Jika Hari Ini Mereka Masih Ada
Pernahkah kamu berhenti sejenak dan bertanya:
Jika hari ini orang tuaku masih ada, sudah cukupkah aku mencintai mereka?
Malam ini, sebelum kamu memejamkan mata, coba pikirkan satu hal—bukan tentang pekerjaanmu, bukan tentang siapa yang mengecewakanmu, tapi tentang mereka yang dulu selalu menunggumu pulang meski kamu sering datang terlambat: ayah dan ibu.
Mereka pernah menjadi pusat duniamu.
Waktu kamu jatuh, kamu lari ke mereka.
Waktu kamu takut gelap, kamu tidur di antara mereka.
Waktu kamu gagal, mereka tetap melihatmu sebagai anak yang layak dibanggakan.
Tapi sekarang, kamu tumbuh.
Kamu sibuk.
Kamu jarang pulang.
Kamu bahkan mulai merasa tak perlu cerita apa pun lagi.
Padahal, mereka tak pernah benar-benar butuh banyak.
Bukan hadiah mahal. Bukan pencapaian gemilang.
Mereka hanya ingin mendengar suaramu. Melihat wajahmu.
Mereka hanya ingin tahu: kamu masih ingat mereka.
Jika hari ini mereka masih ada, peluk mereka.
Kalau mereka sudah tiada, doakan mereka.
Karena waktu tidak menunggu siapa pun.
Dan rasa sesal paling menyakitkan adalah saat kita sadar… kita terlambat mencintai dengan cukup.
Malam ini, sebelum tidur, jangan hanya pejamkan mata.
Pejamkan juga hatimu, dan biarkan rindu itu bicara.
Sampaikan kasihmu dalam diam—karena mereka pasti mendengarnya.