Renungan : Dalam Diam, Mereka Selalu Ada

Dalam Diam, Mereka Selalu Ada

Di balik tirai malam yang sunyi,

saat semua lampu kota mulai redup,

ada dua sosok yang tetap menyala dalam doa—

ayah dan ibu.

Mereka tidak selalu berkata banyak.

Tak semua cinta mereka ditunjukkan lewat pelukan,

tapi lewat kerja keras yang tak terlihat,

dan lelah yang tak pernah mereka ceritakan.

Ibu, dengan tangan lemah yang pernah kuat menggendongmu,

masih mengingat setiap ulang tahunmu,

meski kau kini terlalu sibuk bahkan untuk sekadar menelepon.

Ayah, dengan wajah tegas yang dulu jadi tempatmu bersandar,

masih diam-diam bertanya,

“Apakah anakku sudah makan hari ini?”

Orang tua tidak menuntut balas budi.

Mereka hanya ingin tahu bahwa anak yang dulu mereka timang,

kini hidup bahagia dan tidak lupa dari mana ia berasal.

Malam ini, diamlah sejenak.

Tutup mata dan rasakan:

masihkah kau mendengar suara ibu memanggil namamu dalam hati?

masihkah kau ingat cara ayah menepuk pundakmu waktu kau jatuh?

Jika iya, itu tandanya cinta mereka masih hidup dalam dirimu.

Maka jangan abaikan. Jangan tunda.

Hubungi mereka. Doakan mereka.

Atau cukup bisikkan dalam hati,

“Aku tidak lupa. Aku selalu mencintai kalian.”

Silakan Bagikan.