{"id":2858,"date":"2025-11-01T14:28:33","date_gmt":"2025-11-01T06:28:33","guid":{"rendered":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/?p=2858"},"modified":"2025-11-01T14:38:05","modified_gmt":"2025-11-01T06:38:05","slug":"renungan-malam-saat-kemah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/renungan-malam-saat-kemah\/","title":{"rendered":"Renungan Malam Saat Kemah"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adik \u2013 adik\u2026\u2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam nuansa keheningan malam. Diantara lirihnya hembusan sang bayu dan kemilau cahaya bintang\u2026. Adalah jiwajiwa kita. Yang kembali meniti detak waktu, yang telah terlampaui\u2026. Sejenak menjernihkan hati, dalam kepasrahan pada yang Maha Kuasa\u2026..<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adik \u2013 adik\u2026\u2026. pada malam ini di tengah kesendirian kakak ingin mengajak adik \u2013 adik berpikir jernih, sambil merenung kembali perjalanan kehidupan ini, sejak adik \u2013 adik dapat membedakan antara yang benar dan yang salah hingga saat ini, renungkan perjalanan kehidupan yang telah adik \u2013 adik lalui, kakak yakin adik \u2013 adik akan menemui jalan yang terbaik untuk mengenal dirisendiri dan menjadi Pramuka sejati.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Adik \u2013 adik \u2026\u2026. di lahir malam yang gelap gulita ini hanya bertemankan lilin yang menerangi, cobalah adik adik merenung kembali perjalanan hidup ini darisejak adik \u2013 adik lahir hingga saat ini, apa saja yang telah adik adik perbuat untuk membalas jasa dan pengorbanan kedu<sup><\/sup>a orang tua kita, yang telah bersusah payah membesarkan kita?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Marilah kita memejamkan mata kita,. Dan membuka mata hati kita untuk sejenak mengenang orang yang paling berjasa dalam hidup kita yaitu orangtua kita.<br>Bayangkan wajah ibu kalian , ayah kalian..<br>Kenanglah Ibu, ibu kita. ibu yang menyayangi kalian<br>Ibu yang selalu meneteskan airmata ketika kita pergi<br>Ibu yang rela tidur tanpa selimut demi melihat<br>Kita Tidur nyenyak dengan dua selimut.<br>Ibu yang selalu meneteskan air mata ketika kita terbaring sakit.<br>Ibu yang selalu ingin melihat kita tersenyum walaupun ia harus bekerja keras.<br>Coba renungkan ketika ibu kita melahirkan kita<br>Beliau rela mengorbankan nyawa beliau untuk kita,.<br>Beberapa tahun lalu saat kita dikandung oleh orang tua kita, betapa bahagia mereka, mereka menantikan kelahiran kita,. Dan mengharap anak yang akan lahir adalah anak yang baik, yang berbakti dan selalu sayang kepada mereka.<br>Saat Ibu melahirkan kita, ibu kita merasakan sakit yang amat sangat, menangis kesakitan, antara hidup dan mati.bahkan mungkin jika diberi pilihan oleh tuhan antara menyelamatkan nyawanya atau nyawa bayinya, pastilah ia akan memilih menyelamatkan bayinya dari pada nyawanya sendiri,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>Tapi apa???? Apa yg kita lakukan saat in, kita hanya melihat beliau ( Ibu dan Ayah kita dengan penderitaannya, mencaci, memakinya, melawannya, mengacuhkannya\u2026<br>Apakah kita perna hberfikir ingin memeluk mereka..??<br>Apakah terfikir dibenak kita untuk membuat mereka tersenyum??<br>Kalian pikir, tidak,!! bahkan tadi saat kalian di antar oleh orang tua mengikuti kegiatan ini,. Masih ada yg berkata kasar dan merasa malu ketika mereka berada disisi kalian.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><br>RENUNGKANLAH!!!!<br>Mungkin,. saat ini beliau masih ada, masih sehat. Tapi perhatikanlah, Bayangkanlah \u2026 rambut mereka satu persatu makin memutih\u2026 kulit mereka makin berkerut\u2026 sinar wajahnya makin meredup.<br>Masihkah kalian belum sadar??? Kata kata yang telah kita ucapkan yang kadang membuat mereka terbangun di tengah malam untuk menangis karena kata kata kasar kita, namun mengapa kita tak pernah menyadari. Mengapa kita tak mau minta maaf????<br>Ingatlah\u2026 tak ada yang menjamin bahwa ibu kita akan tetap ada mendampingi kita saat nanti kita sukses bahkan setelah pulang dari kegiatan ini. mungkin tadi sebelum kita pulang kita masih bisa menemui ibu dan ayah kita tersayang, masih bias tertawa dan bercanda,. meskipun mereka telah tua, keriput, beruban,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sekarang kita bayangkan pada saat kita duduk disini,. Ada salah satu karib kerabat kalian datang dan memberi kabar agar kalian bergegas segera pulang kerumah , setelah sampai di rumah, di depan pintu, tentu kita ingin bertemu dan melihat sesosok lelaki yang selalu menjaga kita, membiayai sekolah kita yang rela membanting tulang untuk kita, bayangkan setelah kalian sampai dirumah kalian masuk kesebuah ruangan,. Ruangan tempat Lelaki itu beristirahat, namun setelah kalian masuk ,kalian melihat sesosok lelaki sedang berbaring, terbujur kaku,. Ya ,. Itu sesosok laki-laki yang bias kalian panggil Ayah, Bapak. ayah kalian yang kalian sia-siakan,. Ayah yang rela menghabiskan tenaganya untuk membiayai kalian namun sering kalian lupakan, bahkan sesekali beliau menyuruh , kalian tolak,. Kalian enggan membantu lelaki itu. sekarang lelaki itu telah wafat menjadi mayat.<br>Kita tidak bisa melihat senyumnya lagi , kita tak bias mendengar suara nya lagi,. Tiada canda tawa dari sesosok lelaki yang semasa hidupnya kalian sia-siakan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kini masihkah kita ingin menyakiti hati mereka, membuat mereka menangis karena tingkah laku kita.<br>Mungkin saat ini kita sedang bahagia, bergembira bersama teman\u201d ? Tapi pernahkah kita berpikir, apakah orang tua kita juga disana bahagia? Mungkin saat ini kita makan enak, dan tidur nyenyak.. tapi tahukah kalian?? Mungkin disana beliau sedang menahan lapar di perut karena belum makan demi membiayai kalian sekolah dan mengikuti kegiatan ini.<br>Ya Tuhan, janganlah Engkau memanggil mereka sebelum aku meminta maaf.<br>Aku orang yang sangat berdosa,<br>anak yang sangat berdosa.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ayah, ibu, maafkan aku. Maafkan Anakmu yang tak tahu diri.<br>Mari lah kita sekarang bersama-sama berdoa kepada Tuhan Agar Orang tua kita dalam lindungan, karunia dan kasih sayangnya,.<br>Ya Tuhan,. Ampunilah dosa kami dosa kedua orang tua kami,. Sayangilah mereka sebagai mana mereka menyayangi kami. Ya Tuhan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Adik \u2013 adik\u2026\u2026. Dalam nuansa keheningan malam. Diantara lirihnya hembusan sang bayu dan kemilau cahaya bintang\u2026. Adalah jiwajiwa kita. Yang kembali meniti detak waktu, yang telah terlampaui\u2026. Sejenak menjernihkan hati, dalam kepasrahan pada yang Maha Kuasa\u2026.. Adik \u2013 adik\u2026\u2026. pada malam ini di tengah kesendirian kakak ingin mengajak adik \u2013 adik berpikir jernih, sambil merenung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_uag_custom_page_level_css":"","site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-4)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"footnotes":""},"categories":[17,3,16,2],"tags":[113,114],"class_list":["post-2858","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-materi-pramuka-pandega","category-materi-pramuka-penegak","category-materi-pramuka-penggalang","category-materi-pramuka-umum","tag-renungan-pramuka","tag-teks-renungan"],"uagb_featured_image_src":{"full":false,"thumbnail":false,"medium":false,"medium_large":false,"large":false,"1536x1536":false,"2048x2048":false},"uagb_author_info":{"display_name":"Kak pembina","author_link":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/author\/trisatyadhasadarma\/"},"uagb_comment_info":0,"uagb_excerpt":"Adik \u2013 adik\u2026\u2026. Dalam nuansa keheningan malam. Diantara lirihnya hembusan sang bayu dan kemilau cahaya bintang\u2026. Adalah jiwajiwa kita. Yang kembali meniti detak waktu, yang telah terlampaui\u2026. Sejenak menjernihkan hati, dalam kepasrahan pada yang Maha Kuasa\u2026.. Adik \u2013 adik\u2026\u2026. pada malam ini di tengah kesendirian kakak ingin mengajak adik \u2013 adik berpikir jernih, sambil merenung&hellip;","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2858","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2858"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2858\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2858"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2858"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/adnyana.com\/scouts\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2858"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}