Kanker Serviks Pembunuh Wanita No 1 di Indonesia

Pusat data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada akhir 2015 menyebut kanker serviks menjadi pembunuh nomor satu di Indonesia. Petaka ini dimulai dari infeksi human papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sementara data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tahun 2010 menyebut, kesadaran wanita Indonesia untuk mendeteksi dini kanker serviks masih di bawah 5 persen.

Para ahli yang mengatakan jika setiap orang didalam sistem reproduksi wanita bisa beresiko mengalami keganasan atau penyakit kanker yang tingkat kerentanannya juga bervariasi. Dan yang paling sering antara lain adalah bagian leher rahim atau bagian servik, indung telur atau ovarium, dan juga dinding rahim atau endometrium. Usia adalah salah satu faktor yag penting untuk mempengaruhi peluang dari seorang wanita untuk mengalami kanker. Dan resiko yang paling besar dari penyakit kanker servik di usia 40-49 tahun dan setelah masa menopause, peluang untuk mengalami kanker servik dan kanker organ kandungan yang lain yang lebih besar.

Penyebab :

* Infeksi Virus Human Papilloma (HPV)

Penyebab terbesar kanker leher rahim atau disebut kanker servik adalah infeksi HPV yang menular lewat hubungan seksual. Seorang wanita bisa terinfeksi virus ini pada usia belasan tahun dan baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi kanker menyebar.

* Hubungan Seksual Sebelum Berusia 20 Tahun

Pada umr 12-20 tahun, organ reproduksi wanita sedang aktif berkembang. Idealnya, ketika sel sedang membelah secara aktif, tidak terjadi kontak atau rangsangan apa pun dari luar. Kontak atau rangsangan dari luar, seperti penis atau sperma, dapat memicu perubahan sifat sel menjadi tidak normal. Sel yang tidak normal ini kemungkinan besar bertambah banyak kalau ada luka saat terjadi hubungan seksual. Sel abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker mulut rahim.

* Nikotin

Sel-sel mulut rahim yang teracuni oleh nikotin dalam darah juga memiliki kecenderungan mempengaruhi selaput lendir pada tubuh, termasuk selaput lendir mulut rahim yang dapat memicu abnormalitas sel pada mulut rahim. Resiko kanker mulut rahim lebih tinggi pada wanita perokok.

* Terlalu Sering Menggunakan Pembersih Vagina

Tidak semua bakteri merugikan. Ada juga bakteri dalam vagina yang berfungsi membunuh bakteri yang merugikan tubuh. Jika terlalu sering menggunakan sabun pembersih vagina, bakteri baik pun akan mati. Selain itu sabun vagina juga dapat menyebabkan iritasi. Kulit pada mulut rahim sangat tipis sehingga iritasi yang timbul dapat memicu abnormalitas sel. Kondisi ini rentan memicu kanker mulut rahim.

Faktor yang dapat meningkatkan resiko Penderita Kanker Servik Wanita

Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan resiko penderita kanker servik wanita, diantara lain:

  1. Merokok, wanita yang merokok itu mempunyai dua kali lebih lipat terserang penyakit Kanker Serviks dan berbeda dengan wanita yang tidak merokok.
  2. Terjadinya inveksi HIV. Wanita yang terserang penyakit HIV mempunyai sistem kekebalan tubuh yang kurang dan dapat menyerang inveksi HPV ataupun penyakit kanker di stadium awal.
  3. Infeksi bakteri klamidia, menurut penelitian yang di terima telah menemukan kalau wanita itu mempunyai banyak sejarah atau terkena infeksi klamidia pada saaat ini, mempunyai resiko penyakit Kanker Serviks yang sangat tinggi.
  4. Menggunakan pil kb, menggunakan pil kb dengan jangka waktu yang panjang bisa menambah resiko terjadinya penyakit kanker
  5. Wanita hamil yang lebih dari tiga kali, wanita yang menjalani proses kehamilan lebih dari tiga kali mepunyai resiko terserang penyakit Kanker Serviks
  6. Wanita hamil yang pertama di usia muda, wanita hamil pertama di usia muda yang berumur 17 tahun nyaris dua kali lebih lipat terserang penyakit kanker serviks di usia tuanya nanti, dan berbeda dengan wanita yang telah menunda kehamilannya sampai usianya itu mencapai 25 tahun dan lebih dari iitu.
  7. Riwayat dari keluarga, kalau keluarga anda antara ibu dan kakak perempuan yang terkena penyakit Kanker Serviks , kemungkinan anda juga terserang penyakitt kanker itu sekitar dua hingga tiga kali lebih lipat dan berbeda dengan seseorang yang tidak memiliki riwayat penyakit Kanker Serviks pada keluarganya.

 

Gejala terjadinya penyakit Kanker Serviks

Kanker Serviks yang berstadium awal tidak dapat menimbulkan gejala. Gejala atau tanda tanda itu akan muncul ketika sel Kanker Serviks sudah menyerang di beberapa bagia organ tubuh yang ada di daerah tubuh. gejala yang timbul diantaranya yaitu :

  1. Pendarahan di bagian vagina yang sifatnya itu abnormal atau berlebihan
  2. Pendarahan yang biasa terjadi itu pendarahan ketika anda selesai berhubungan, pendarahan sesudah menopause, pendarahan yang terjadi atau bercak darah antara dari periode menstruasi dan periode menstruasi yang lebih lama dan berat dari biasannya, pendarahan sesudah douching ataupun sesudah pemeriksaan di bagian panggul dan itu merupakan gejala dari penyakit kanker seriviks, dan bukan pra kanker.
  3. Keputihan yang berlebihan, ciri ciri dari keputihan yaitu cairan yang keluar kental, dan warnanya kuning atau pun warnanya kecokelatan dan menimbulkan aroma busuk dan menimbulkan rasa gatal di daerah kewanitaan.
  4. Menimbulkan rasa sakit ketika berhubungan intim

Jenis jenis dari Kanker Serviks yaitu :

Jenis kanker serviks itu terdiri dari dua bagian utama diantaranya yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Dan 8 dari 10 jenis penyakit kanker serviks yaitu karsinoma sel skuamosa atau yang di sebut dengan sel sel yang dapat menutupi permukaan serviks, serta sisanya yaitu adenokarsinoma yang mulai pada sel sel kelenjar dan dapat membuat lendir.

Pemeriksaan timbulnya Kanker Serviks

Untuk mengetahui lebih detail kalau anda terserang penyakit kanker serviks, dokter telah menyarankan pemeriksaan diantaraya yaitu:

  1. Pap smear yaitu pengambilan dari cairan vagina untuk di lakukan pemeriksaan
  2. Colposcopy atau teropong leher rahim atau serviks
  3. Biopsi, pengambilan dari sample jaringan serviks untuk di lakukannya pemeriksaan pada ahli patalogi
  4. Tes tanda tumor SC
  5. Pemeriksaan di bagian panggul

Kanker serviks (leher rahim) biasanya merupakan kanker epidermoid yang muncul dari daerah NS. Sekitar 5 persen muncul dari sel endoserviks torak.Kanker serviks ditentukan stadiumnya sebagai berikut :

  1. Stadium 0 – karsinoma in situ
  2. Stadium 1 – karsionam terbatas seluruhnya pada serviks (I-A, invas stroma dini: I-B, semua lesi Stadium ! lainnya).
  3. Stadium II – karsinoma yang melibatkan dua pertiga atas vagina atau daerah parametrium, tetapi tidak meluas ke dinding samping pelvia (II-A hanya melibatkan vagina, Ii-B, inflatrasi parametria)
  4. Stadium II – karsinoma yang melibatkan sepertiga bawah vagina dan parametrium , tetapi melibatkan tidak dinding samping III-B, perluasan ke dinding samping II-uri-narius, obstruksi satu atau kedua ureter tanpa memandang penyakit lain.
  5. Stadium IV – karsinoma diluar traktus reproduksi (IV-A, melibatkan mukosa verika urinaria atau usus, IV-B, diluar pelvis).

Sistem penentuan stadium ini berhubungan baik dengan kemungkinan metastatis kelenjar limfe dengan  Stadium 1, 17 persen, Stadium II, 32 persen, Stadium III, 47 persen dan Stadium IV, 81 persen. Tak tergantung pada stadium, kecepatan metastatis kelenjar limfe meningkat dengan peningkatan ukuran lesi kanker serviks (leher rahim) , lesi primer jarang berukuran kurang dari 1 cm, 17 persen untuk lesi 1-sampai 3 cm serta 52 persen lebih dari 3 cm. Tempat lazim unutk metastatis jauh adalah dihati paru dan tulang.

Pengobatan Penyakit Kanker Servik

Ada tiga jenis pengobatan penyakit kanker servik yang harus dilakukan, yakni adalah operasi, radioterapi, dan kemoterapi. Dibawah ini akan kami jelaskan tentang pengobatan penyakit kanker servik adalah :

Operasi

Pengobatan penyakit kanker servik yang pertama adalah dengan tindakan operasi. Ada beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kanker serviks, diantaranya adalah :

  1. Cryosurgery
    suatu probe mental yang didinginkan dengan menggunakan nitrogen cair yang akan dimasukkan lewat vagina dan juga leher rahim. Dan cara ini bekerja untuk membunuh sel-sel tidak normal dengan cara proses pembekuan. Dan tindakan ini biasanya digunakan untuk membantu mengobati penyakit kanker serviks yang hanya terjadi di leher rahim saja atau stadium 0, dan bukan penyakit kanker serviks yang sudah menyebar menuju keluar leher rahim.
  2. Bedah laser
    Tindakan ini dilakukan dengan cara menggunakan suatu sinar laser yang digunakan untuk membakar sel-sel dan juga menghapus sebagian kecil dari jaringan sel rahim yang bisa menjalari. Dan proses pembedahan laser ini hanya bisa digunakan untuk pengobatan penyakit kanker serviks pra-invasif atau stadium 0.
  3. Konisasi
    Sepotong jaringan yang bentuknya kerucut yang akan diangkat dari leher rahim. Dan pemotongan ini dilakukan dengan cara menggunakan pisau bedah, laser dan juga menggunakan kawat tipis yang dipanaskan menggunakan listrik. Selain itu, pendekatan ini dapat digunakan untuk bisa menemukan dan juga mengobati penyakit kanker serbiks di tahap awal yakni tahap stadium 0-1.
  4. Histerektomi
    Pengobatan penyakit kanker serviks dengan menggunakan cara ini adalah mengangkat rahim. Namun tidak mencakup pada jaringan yang ada didekatnya. Dan vagina ataupun kelenjar getah bening panggul yang tidak diangkat. Selain itu juga rahim bisa diangkat dengan jalan operasi pada bagian depan perut atau juga lewat vagina.
  5. Trachelektomi
    Suatu prosedur yang dikenal dengan trachelektomi iradikal yang bisa membuat seorang wanita muda dengan resiko penyakit kanker stadium awal bisa diatasi dan masih bisa punya anak. Metode ini dilakukan dengan cara pengangkatan serviks dan juga dibagian atas vagina. Kemudian meletakannya dijahtian yang bentuknya kantong dan bertindak sebagai pembukaan leher rahim didalam rahim. Kelenjar getah bening yang letaknya berada didekatnya juga akan diangkat. Operasi ini dapat dilakukan lewat vagina dan juga perut.
  6. Ekstenterasi Panggul
    Selain mengambil semua bagian organ dan juga jaringan vagina dan perut, di operasi yang satu ini juga akan dilakukan pengangkatan pada kandung kemih, vagina, dubur, dan juga sebagian pada usus besar. operasi ini dapat dilakkan saat penyakit kanker serviks kambuh lagi setelah melakukan pengobatan yang sebelumnya. Dan diperlukan waktu selama 6 bulan atau lebih untuk bisa pulih dari operasi radikal ini. Tetapi, wanita yang pernah melakukan operasi ini masih bisa menjalani kehidupan dengan lebih bahagia dan bisa lebih produktif.

Radioterapi

Pengobatan penyakit kanker servik yang kedua dengan menjalani radioterapi. Pada pengobatan ini diteraokan lewat radiasi eksternal yang diberikan bersamaan dengan kemoterapi dosis rendah. Untuk jenis pengobatan menggunakan radiasi internal, zat aradioaktif yang dimasukkan ke dalam silinder didalam vagina. Dan terkadang, bahan radiaktif ini bisa ditempatkan didalam jarum tipis yang dimasukkan langsung ke daerah tumornya. Dan pengobatan implantasi menggunakan radioaktif dosis rendah dapat selesai dalam waktu beberapa hari saja dan selama pengobatan, pasien tetap harus berada dirumah sakit. Sementara itu, untuk jenis radioterapi dengan dosis tinggi, dilakukan dalam bentuk rawat jalan selama beberapa waktu. Untuk pada setiap sesi pengobatannya, maka bahan radioaktif yang dimasukkan ke dalam tumor selama beberapa waktu, setelah itu akan dikeluarkan lagi.

Kemoterapi

Pengobatan penyakit kanker serviks yang satu ini lebih terkenal dibandingkan yang lainnya. Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan yang bertujuan untuk menunuh sel-sel penyebab kanker. Dan biasanya obat-obatan ini diberikan lewat infus ke dalam pembuluh darah atau bisa juga ke dalam mulut. Dan setelah obat masuk ke dalam aliran darah maka akan langsung menyebar ke seluruh tubuh. kadang, ada beberapa jenis obat yang diberikan dalam waktu 1 waktu.

Jika memang kesembuhan tidak dimungkinkan. Maka selanjutnya tujuan pengobatan yang dilakukan adala dengan jalan mengangkat dan juga menghancurkan sebanyak-banyaknya sel-sel kanker. Dan biasanya cara ini dilakukan pengibatan yang sifatnya adalah paliatif, dan ditujukan untuk membantu mengurangi gejala gejala kanker yang muncul.

Pengobatan dengan terapi air Alkali  Mizu-co

Kenapa harus terapi air Alkali Muzu-co??

MIZUCO adalah Mineral Alkali dari kebaikan batu karang laut yang oleh para ilmuwan Jepang diteliti selama bertahun-tahun dimana didalam terdapat kandungan nutrisi dan mineral yang tinggi seperti :

calcium,calium,yodium,mangnesium dan potassium dimana batu karang selama hidupnya menyerap nutrisi dan mineral unntuk pertumbuhannya,setelah mati nutrisi dan mineral tersebut masih tersimpan dan dengan di proses melaluiJapanese Technology maka nutrisi dan mineral tersebut dapat dikeluarkan dan disempurnakan dengan batu-batuan mineral alami lainnya,sehingga formula ini menjadi Mineral Alkali yang berfungsi menjadikan air biasa (TDS 0 atau <40) menjadi air yang bermineral tinggi dan menjadi air mineral atau acid (pH>7.5) menjadi AIR ALKALI/BIASA (pH>8) sehingga air tersebut berkualitas premium.

Air AMDK biasa ukuran 500 ml s/d 600 ml cukup hanya dengan 1 (satu) tetes Mizu-Co saja,maka air tersebut menjadi air MINERAL & ALKALI yang bermanfaat membantu menurunkan berat badan,antioxidant (ORP Minus),recovery setelah sakit,mengatasi gangguan hormonal,meningkatkan system imunitas tubuh,meningkatkan penyerapan nutrisi yang penting kedalam tubuh,melawan oksidasi dan menetralkan asam tubuh yang disebabkan oleh stress,pola makan,polusi dan gaya hidup.

Sumber data: http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-kanker.pdf

 


Testimonial

Penderita Kanker Servik stadium 3 sembuh oleh mizu-co

 

Lihat Pendapat Pelanggan Setelah Memakai  Produk  Kami, klik disini

 

1 KALI SHARE,1 NYAWA TERSELAMATKAN 

 
Silakan Bagikan/share Ke Teman Anda.